Messi memenangi Piala Dunia mengokohkan peninggalan olahraga Qatar 2022. Di luar lapangan, kurang terang

Messi memenangi Piala Dunia mengokohkan peninggalan olahraga Qatar 2022. Di luar lapangan, kurang terang

Jadi rupanya riwayat sepak bola dapat diperoleh. Semenjak diawalinya, Piala Dunia 2022 di Qatar sudah dirusak oleh dakwaan korupsi dan pro-kontra di luar lapangan, tetapi capai pucuknya di hari Minggu dengan sebuah atraksi yang mempunyai argumen kuat menjadi final terbaik selama hidup.

Itu betul-betul tidak dapat dicatat lebih prima untuk negara tuan-rumah. Dua putra angkat dari Paris Saint-Germain punya Qatar, Lionel Messi dan Kylian Mbappe, ada di episentrum dari 120 menit yang mendebarkan dan tersengal-sengal yang pasang kering dan usai sama yang pertama kukuhkan peninggalannya sebagai pemain sepak bola terbaik dalam riwayat.

Bila ada laga yang mengaburkan perbincangan mengenai apa Piala Dunia semestinya diselenggarakan di sini, karena itu berikut ia. Taruhannya umumnya tinggi sekali di final Piala Dunia hingga menghalangi performa, tetapi bahkan juga dalam kerangka yang memengapkan itu, perbincangan sekitar Messi dan Mbappe sudah capai tingkat yang tidak mungkin hingga rasanya tidak terelak jika permainan akan roboh di bawah beban ceritanya sendiri.

“Laga itu betul-betul edan,” kata manager Argentina Lionel Scaloni selesai laga.

Argentina cemerlang, lalu terhalang. Prancis tidak bernyawa, lalu listrik. Angel Di Maria hebat. Score 2-0 untuk Albiceleste beralih menjadi 2-2 dalam waktu cepat saat Les Bleus terjaga dari tidur 70 menit mereka, hidupkan kembali dengan 2 gol dalam 97 detik, yang ke-2 sebagai kutipan cantik dari keruntuhan yang dibuat oleh kombinasi sangat jarang Mbappe. kemahiran tehnis dan kekuatan atletik bisa mengakibatkan.

Ini ialah pertarungan masa lampau dan masa datang untuk sekarang ini di muka mata kita. Messi, saat ini berumur 35 tahun dan dalam laga Piala Dunia terakhir kalinya, cetak gol ke-7 nya di final ini saat permainan dimainkan dengan intensif yang mengagetkan berjalan tanpa belas kasihan, diserap ke waktu perpanjangan.

Keuntungan Argentina, kembali. Tetapi Prancis memberi respon. Mbappe memperlihatkan ketenangan yang hebat untuk menyamai posisi dari titik penalti dengan menit ke-118.

Waktu tidak menanti siapa saja, dan mendadak Messi terlihat seperti ketinggalan. Randal Kolo Muani dapat memenanginya saat bersih lewat waktu tambahan diakhir waktu tambahan, tapi Emiliano Martinez hasilkan pengamanan hidupnya untuk menggagalkannya. Masihlah ada kesempatan untuk pemain cadangan Lautaro Martinez untuk menambahkan daftar ketidakberhasilan yang hebat di Piala Dunia ini, dengan lakukan tandukan bebas yang tidak pas target di lain sisi.

Hukuman menuntaskan permasalahan. Kontes magic dan titanic dituntaskan dengan baku tembak 12 yard yang reduktif. Mbappe pergi terlebih dahulu dan cetak gol. Terang sekali. Messi pergi selanjutnya dan cetak gol. Terang sekali.

Martinez selamatkan dari Kingsley Coman, dan saat Aurelien Tchouameni menggeret upayanya melebar, jaraknya jadi terlampau jauh. Gonzalo Montiel lakukan sepakan penalti kemenangan tapi, harus, Messi mengundang perhatian semuanya orang.

Hingar-bingar keributan yang mayoritas dibuat oleh support Argentina yang garang dan mengagumkan secara numerik capai ketinggian baru. Keceriaan. Lega. Riwayat.

“Tim ini, beberapa orang ini, bermain untuk rakyat, untuk penggemar Argentina. Tersebut yang selalu saya saksikan,” kata Scaloni mengenai beberapa pemainnya. “Tidak ada kompetisi, semuanya orang bergerak ke yang serupa, dan ini untuk negara. Beberapa pemain putus asa, mereka raih gelar ini karena mereka pahami apa yang perlu mereka kerjakan di atas lapangan.”

Umpan tv langsung dalam stadion menggunting di antara gambar 8K yang paling tajam mengenai kemasyhuran dan keputusasaan, Messi atur perayaan diakhir saat beradu penalti terjadi, Mbappe jalan dengan kerja keras disekitaran lapangan dengan tatapan kosong, bahkan juga nyaris tidak mengetahui Presiden Prancis. Emmanuel Macron melayang-layang dengan kalimat penghiburan.

Mendadak, Messi menggenggam mikrofon untuk bicara ke banyak orang: “Vamos Argentina,” ucapnya, menambah pantas. Cukup adil.

Qatar ingin mendeskripsikan kembali citranya, perkuat tempatnya di Timur tengah, dan mengganti pemahaman teritori lewat kompetisi ini. Sepanjang sekian tahun mendekati Piala Dunia ini, Negara Teluk kecil ini hadapi kritikan luas atas tindakannya pada beberapa orang LGBTQIA+, karyawan migran, dan wanita. Dia memperjelas perkembangan sudah diraih di sektor-sektor itu, sekurang-kurangnya lewat penghilangan mekanisme kafala, tapi jadi gay masih ilegal, dan Komite Paling tinggi kurang terbuka dalam sampaikan realita sebetulnya untuk karyawan migran yang bekerja di lokasi konstruksi.

Saat ini dia mempunyai kontributor baru untuk pembicaraan global: Ini ialah tempat di mana Messi dikukuhkan sebagai raja kepiawaiannya yang tidak terpungkiri. Ia menuntaskan penobatannya di Lusail, sebuah kota di utara Doha yang pada intinya tidak ada 20 tahun kemarin. Dan semua ongkosnya sekitaran $220 miliar.

Acara pesta penyerahan piala terhitung Presiden FIFA Gianni Infantino, Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden FA Argentina Claudio Tapia dan Macron. Gambar-gambarnya prima, seperti Stadion Lusail tersebut, bila Anda bisa pisahkan ongkos manusia. “Itu ialah rekor Piala Dunia,” kata bos Prancis Didier Deschamps selanjutnya.

Mbappe, sebagai pemain ke-2 sesudah Sir Geoff Hurst yang cetak hattrick di final Piala Dunia, raih Sepatu Emas. Messi memenangi Bola Emas untuk pemain terbaik dan Piala Dunia. Tiga puluh enam tahun sesudah Diego Maradona lakukan hal sama, Messi tentukan sebuah kompetisi dengan citranya sendiri. Tidak ada yang lebih bagus dari itu untuk Qatar.

Terkecuali mereka coba.

Saat proses terlalu lama yang menyakitkan untuk betul-betul memberikannya Piala Jules Rimet jadi berlanjut, si emir keluarkan selendang, yang dikenali sebagai bisht, untuk digunakan Messi. Bisht ialah baju resmi yang dikenai oleh masyarakat Qatar, dan memberinya ke Messi pastikan Qatar mempunyai pertanda yang tidak terhapuskan pada citra olahraga iconic yang tentukan dari kompetisi ini yang, tentu saja, semestinya mengenai juara, bukan tuan-rumah.

Leave a Reply